News

Boardgame for Peace: Media Alternatif Peredam Kekerasan Ekstrem

Blog Single

Siapa yang tidak tahu game atau permainan? Di zaman yang serba canggih ini, banyak sekali pihak yang menyediakan bermacam game, mulai dari yang mudah hingga rumit. Board game merupakan permainan yang berbentuk papan yang beberapa waktu terakhir ini mulai kembali ramai digunakan. Siapa sangka, bahwa board game sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Dilansir dari uzone.id, permainan papan telah lahir sebelum tulisan ada (zaman prasejarah).[1]

Ada beberapa permainan papan legendaris di dunia, antara lain: Senet, ditemukan pada 3.300 SM dan berkaitan dengan ritual keagamaan Mesir kuno; The Mansion Happiness, diterbitkan pada 1800 M di Inggris dan sampai ke Amerika Serikat pada tahun 1926; Hnefatafl: The Game of the Viking, permainan yang lahir di Skandinavia dan populer di kalangan Viking; Chaturang, ditemukan pada abad ke tujuh M. Permainan ini merupakan cikal bakal permainan catur; terakhir, yaitu Mancela. Tidak ada yang mengetahui dari mana permainan ini berasal, ada beberapa teori mengenai asal-usul permainan ini, namun hal itu masih sulit untuk dibuktikan.[2]

Mengenal Boardgame for Peace

Selain merupakan permainan yang seru serta mampu mendekatkan orang-orang di sekitar kita, ternyata masih banyak lagi hal positif yang didapatkan dari bermain board game. Bermacam variasi dari board game, mampu memunculkan bermacam potensi dari para pemainnya. Board game yang dikonsep sedemikian rupa, mampu memunculkan daya kerjasama antar pemain, namun juga board game bisa memunculkan daya saing antar pemain, hingga permainan yang bisa memanas yang dibalut dalam sebuah kompetisi.

Jika dikaitkan dengan isu violent extremism, board game bisa dijadikan sarana menghalau isu tersebut. Seperti yang telah dijelaskan di atas, board game bisa memunculkan bermacam potensi pemain, entah itu kerjasama, daya saing, hingga saling tolong-menolong dalam menyelesaikan masalah (permainan). Board game bisa dikonsep sebagai sarana menhadang isu violent extremism dengan merujuk kepada riset-riset yang ada, namun dibalut dengan permainan menarik yang bisa dipakai oleh siapapun, tua maupun muda.

Board game yang memunculkan kecerian dan keramahan tanpa sedikit pun menyinggung dan memunculkan kemarahan, mesti disebarluaskan kepada khalayak terutama anak muda. Peace Generation Indonesia, pada tahun 2017, telah berhasil menggelar event Board Game for Peace. Event ini bertujuan untuk menyebarkan perdamaian atau menghadang isu violent extremism melalui media kreatif, dalam hal ini Peace Generation Indonesia menggunakan board game yang dikonsep sedemikian rupa sebagai salah satu media penebar perdamaian.

BGFP dan Upaya Meredam Kekerasan Ekstrem

Board Game for Peace (BGFP) bertujuan untuk melahirkan generasi-generasi muda yang mampu menyebarluaskan dan menyampaikan nilai-nilai perdamaian melalui media permainan (board game). Kita tahu, bahwa kita semua tentu menginginkan dunia ini aman tentram, dan damai. Namun, masih ada saja pihak yang dengan mudah menebarkan kebencian, hasutan, amarah, pelecehan, hingga hal itu melahirkan konflik. Atas dasar inilah, Board Game for Peace diselenggarakan oleh Peace Generation Indonesia.

Setelah lebih dari satu dekade, Peace Generation (Peacegen) membuat program yang cukup berani sebab menggunakan media board game yang selama ini belum pernah Peace Generation gunakan. Selain itu, belum ada pula rekam jejak sebuah program sukses, baik secara makro maupun mikro, di Indonesia yang secara terang-terangan memanfaatkan board game.[3]

Tahun 2017, lebih tepatnya pada bulan September, untuk pertama kalinya Peacegen yang bekerjasama dengan UNDP, PPIM UIN Jakarta, Convey, Masterpeace, Peace Media Lab dan Kummara Game Studio, berhasil menyelenggarakan program dengan nama Board Game for Peace (BGFP). Seperti yang telah dijelaskan, acara ini bertujuan untuk mendidik dan mencetak kaum muda untuk menjadi agen perdamaian.[4]

Acara yang diselenggarakan di lima kota, yaitu Bandung, Solo, Surabaya, Padang, dan Makasar mendapat sambutan menarik dari khalayak, terbukti dengan banyaknya calon peserta yang mendaftar, yang kemudian diseleksi menjadi 60 peserta, gabungan antara pelajar dan mahasiswa. Secara total, acara ini telah melahirkan 300 agen perdamaian dari beberapa kota tersebut. Acara ini berhasil diselesaikan pada bulan Februari 2018 lalu.[5]

Setelah didata, dampak dari acara ini sangat cukup signifkan dan positif. Para peserta yang menyatakan tidak setuju pada kekerasan ekstremisme, terorisme dan radikalisme itu disengaja diciptakan oleh negara. Isu tersebut juga menurut mereka dibesar-besarkan, dan meningkat rata-rata 30% di lima kota. Sedangkan peserta yang setuju bahwa kekerasan ekstrem, terorisme, dan radikalisme itu dibuat untuk memojokan umat Islam menurun rata-rata 26,2%.

Setelah diselenggarakan acara ini, secara umum di lima kota tersebut terjadi peningkatan uuntuk perubahan pengetahuan peserta mengenai violent extremism, termasuk alasan, faktor pendorong dan penarik, media kelompok ekstrem, nilai-nilai perdamaian, hingga upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi resiko kekerasan ekstrem.

Mari Bergembira di BGFP 2.0

Setelah sukses menyelenggarakan Board Game for Peace (BGFP) pertama pada tahun 2017, Peace Generation Indonesia bakal kembali menggelar event yang sama di tahun 2018 ini dengan menghadirkan bermacam hal baru. Event yang bertajuk Board Game for Peace 2.0 ini, akan kembali datang ke beberapa kota di Indonesia dengan membawa board game edisi baru, yang pastinya tak kalah seru dari board game pertama.

Sebelumnya, pada acara BGFP pertama, Peace Generation mendatangi lima kota yang telah ditentukan. Kota tersebut adalah Bandung, Solo, Surabaya, Makassar, dan Padang. Namun, pada BGFP 2.0 mendatang, Peace Generation akan menambah kota baru yang tak kalah seru dari kota sebelumnya. Kota-kota baru itu adalah Aceh, Ambon, Bima, Samarinda, Palembang, Palu, dan Cirebon.

BGFP 2.0 akan membawa boardgame-boardgame baru yang tak kalah seru dari yang pertama. Inti permainan yang merupakan upaya menebarkan perdamaian akan lebih menarik dengan konsep permaian yang lebih segar. Bagi kamu yang berdomisili di kota-kota tersebut, bersiaplah menyambut Boardgame for Peace 2.0, let’s play!

Berikut merupakan persyaratan dan jadwaltraining Boardgame for Peace 2.0:

Persyaratan :
- Mahasiswa maksimal semester 5, Siswa SMA/MA/SMK atau Pesantren di Banda Aceh, Cirebon, Palembang, Samarinda, Ambon, Palu dan Bima
- Memiliki ketertarikan dan atau terlibat aktif pada isu keberagaman dan toleransi
- Menyukai penggunaan media pembelajaran kreatif seperti board game
- Dapat hadir penuh selama 3 hari 2 malam pada training masing-masing kota
- Menyebarkan kembali materi yang didapatkan kepada minimal 10 orang
- Mengisi formulir http://bit.ly/BGFPeace2

Jadwal Training:
-Banda Aceh 14-16 September 2018
-Cirebon 28-30 September 2018
-Palembang 12-14 Oktober 2018
-Samarinda 26-28 Oktober 2018
-Ambon 9-11 November 2018
-Palu 23-25 November 2018
-Bima 7-9 Desember 2018

Segera daftarkan dirimu di bit.ly/BGFPeace2

Sumber:

[1] Sejarah Board Games, sumber: https://uzone.id/sejarah-board-games, diakses pada tanggal 4 September 2018, pukul 15.14

[2] Program Board Game for Peace Berhasil Salurkan Nilai-Nilai Perdamaian ke Lebih dari 3.000 orang, sumber: http://boardgame.id/bgfp-salurkan-nilai-nilai-perdamaian/, diakses pada tanggal 4 September 2018, pukul 15.12

[3] Program Board Game for Peace Berhasil Salurkan Nilai-Nilai Perdamaian,…, diakses pada tanggal 4 September 2018, pukul 15.21

[4] Program Board Game for Peace Berhasil Salurkan Nilai-Nilai Perdamaian, diakses pada tanggal 4 September 2018, pukul 15.22

[5] Program Board Game for Peace Berhasil Salurkan Nilai-Nilai Perdamaian, diakses pada tanggal 4 September 2018, pukul 15.25

Posted by Admin

Administrator